Indonesia Cerdas

Beranda » Halaman Utama » Profile

Profile

Profile

Perjalanan waktu memang kadang tidak pernah terasa. Baru kemarin kita lepas dari gendongan Bunda tercinta, kini kita sudah harus menentukan langkah tepat demi menggapai masa depan. Sama halnya dengan Indonesia Cerdas rentang waktu yang tidak terasa sudah 40 tahun turut mendidik putra-putri bangsa ini serasa belum memiliki arti.

Berbekal keseriusan dalam menggelola dan komitmen untuk memberikan yang terbaik Indonesia Cerdas memberikan bukti nyata bahwa dalam usianya yang ke-40 tahun ini telah mampu menjadi jembatan emas ribuan pelajar dalam mewujudkan cita-citanya.

Pemrakarsa berdirinya Indonesia Cerdas adalah seorang pria kelahiran Medan yang dibesarkan di Yogyakarta yang telah suntuk menggeluti dunia pendidikan. Bersama dua orang teman dari Universitas Gadjah Mada, yang sekarang manajer di Unilever dan PT. Konimex dan satu lagi rekannya yang sekarang di IPTN Bandung, Beliau telah membentuk fondasi yang kokoh untuk sebuah yayasan yang diberi nama Indonesia Cerdas.

Tujuan mendirikan lembaga bimbingan belajar dan progam profesi tersebut, selain ikut meningkatkan kualitas sumber daya manusia, juga untuk memupuk profesionalisme di kalangan generasi muda. Dengan demikian, pada gilirannya nanti, mereka benar-benar siap menjawab tantangan zaman yang kian amburadul ini dan mencetak pemimpin bangsa yang kreatif, inovatif menjadi Indonesia yang membanggakan di mata dunia di era global.

“Berangkat dari nol dengan modal utama nekat dan keberanian, sekarang kami terbilang lembaga yang besar dengan jumlah tentor/dosen tidak kurang dari 700 sarjana penuh alumnus PTN terkenal seperti UGM, ITB, Undip, dan ITS yang mengasuh ribuan siswa/mahasiswa dari segala lapisan masyarakat”. Hal itu juga ditegaskan oleh Islam Burhanuddin, S.Psi sebagai kepala penelitian dan pengembangan bahwa sejak mulai berdiri, Indonesia Cerdas berkembang sangat pesat sehingga saat ini kantor-kantor baru lembaga yang bernaung di bawah Indonesia Cerdas hampir berdiri di setiap kabupaten dan semua kota besar di seluruh Indonesia seperti di Yogyakarta, Magelang, Semarang, Purwokerto, Bandung, Jakarta, Bandar Lampung, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Medan, Banda Aceh, Solo, Madiun, Surabaya, Malang, Bali dan Lombok.

Untuk bimbingan belajar, khusus diperuntukkan bagi murid SD, SMP, SMA, dan pra universitas. Besarnya biaya bimbingan tergantung kemampuan orang tua siswa. Kendati demikian, nilai kelulusan peserta bimbingan belajar yang dikelolanya selalu tinggi. Sementara yang mengikuti SNMPTN rata-rata 92% diterima di PTN.

Khusus untuk siswa SMP dan SMA yang akan menghadapi UN, agar mereka sukses UN dan lulus dengan nilai yang tinggi, Beliau juga telah menerbitkan buku-buku panduan belajar untuk siswa kelas 9 dan kelas 12 berupa modul belajar yang isinya rumus praktis dan logika, teori singkat, contoh soal, pembahasan cara biasa, pembahasan cara cepat, bank soal, prediksi soal dan kumpulan soal yang semuanya sesuai dengan kisi-kisi serta SKL yang dilampirkan dihalaman depan.

Modul tersebut tersedia dalam 4 judul yaitu Matematika Praktis, Bahasa Inggris Praktis, Bahasa Indonesia Praktis, IPA Praktis dan untuk kelas 12 ditambah IPS Praktis.

Dalam progam Intesive setelah UN di Yogyakarta untuk empat tahun terakhir ini kami paling banyak peminatnya (dalam Progam Intensive ini saja tak kurang kami menerima 12.000 siswa).

Dan untuk Progam Intensif yang excellent memang pelayanan Indonesia Cerdas adalah yang terbaik di Yogyakarta. Sejak siswa tiba di bandara, armada kami siap menjemputnya. Kami menyediakan 220 mobil khusus milik Indonesia Cerdas yang selalu siap mengantar calon mahasiswa kemanapun mereka pergi. Jadi sejak menginjakkan kaki hingga selesai SNMPTN calon mahasiswa betul-betul kami jadikan raja. Mereka hanya belajar dan belajar sehingga wajar juga kalau siswa Intensive Excellent Indonesia Cerdas paling besar prosentasinya yang diterima di PTN.

“Kami memang lebih menekankan pada persiapan mental akademis dan membimbing pengerjaan soal-soal UN dan SNMPTN dengan metode rumus-rumus praktis, logika, dan penalaran untuk bimbingan belajar SD, SMP, dan SMA”.

“Dan kami selalu menekankan arti profesionalisme yang semakin kabur di masyarakat untuk mahasiswa kami”, ungkap Drs. Herry Kiswanto – Direktur pelaksana Indonesia Cerdas – di kantornya.

“Dalam meningkatkan kualitas mahasiswa dengan materi AMT dan magang di perusahaan mahasiswa juga harus PKL di perusahaan-perusahaan milik lembaga sebelum ujian lokal maupun nasional baik dari Depdikbud maupun Depnaker. Bahkan dari Depnaker ini kami masih mengharuskan mahasiswa ‘uji keterampilan’ sebelum mahasiswa melakukan PKL di luar lembaga (di instansi pemerintah, swasta, maupun perusahaan). Nah dengan cara yang cukup ketat inilah kami meningkatkan kualitas mahasiswa. Dan dengan setuhan pendidikan yang profesional inilah kami mampu menjawab tantangan menghasilkan SDM yang hebat. Dari pengalaman kami yang sudah bertahun-tahun akhirnya banyak juga perusahaan yang mempercayakan tes kerja kepada kami. Banyak perusahaan yang minta tenaga kerja”. Kata Rian Gunawan, S.S kepala bagian Gugus Kendali Mutu saat jumpa pers dalam acara Pembukaan Cabang baru di Denpasar, Bali dan saat bincang-bincang dengan wartawan Harian Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, Yogya Post, Jawa Post dan Kompas.

Dengan sistem pendidikan profesional, yang ditunjang fasilitas memadai, lengkap dan canggih juga dengan penyusunan kurikulum modern, Indonesia Cerdas benar-benar ingin menghasilkan tenaga profesional yang siap pakai dan layak mendapatkan penghasilan pantas.

“Banyak tenaga kerja, tapi sedikit yang siap pakai”, katanya. Untuk memenuhi tenaga kerja dibeberapa perusahaan miliknya saja dibutuhkan berpuluh-puluh tenaga profesional. Belum lagi beberapa perusahaan temannya di Jakarta yang banyak meminta tenaga kerja dari lembaganya. “Kita harus profesional dalam setiap bekerja dan kita harus suka tantangan”, itulah kata-kata beliau yang punya hobi musik dan golf – di depan ribuan mahasiswa saat kuliah perdana di Hotel Sheraton Yogyakarta.

Dalam enam tahun terakhir ini Indonesia Cerdas telah mencetak banyak sekali tenaga profesional diberbagai bidang keahlian dengan mengikuti program bekerja sambil kuliah. Program ini ditujukan untuk siswa-siswa kelas 12 yang binggung memutuskan antara bekerja atau kuliah, ingin kuliah tidak ada biaya, ingin bekerja belum ada pengalaman dan ketrampilan. Dengan mengikuti program bekerja sambil kuliah ini, lulusan SMA/SMK dilatih untuk menguasai ketrampilan khusus, setelah proses mentoring atau pelatiahan selesai mereka akan memasuki dunia kerja yang sesungguhnya dengan gaji Rp 5.000.000,- per bulan sambil mengikuti masa perkuliahan disela-sela kesibukan mereka bekerja. Biaya kuliah perbulan sudah otomatis dipotongkan dari gaji mereka yang besar, dan kebanyakan gaji mereka masih tersisa untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya. Jadi jika Anda tertarik untuk bergabung dengan program bekerja sambil kuliah kirim sms ke nomor hotline service kami. Demikian kata Direktur Pelaksana Drs. Herry Kiswanto.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: